1st Anniversary Wisata Edukasi Bencana Goes To School (WEB GTS) Cetak 2.000 Siswa Tangguh Bencana

PANGANDARAN – Tidak terasa sudah 1 tahun pelaksanaan program inovasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran yang diinisiasi oleh Pusdalops PB Pangandaran yaitu Wisata Edukasi Bencana Goes To School (WEB GTS) atau dikenal dengan “Rabu Mengajar” sudah mencetak 2.000 Siswa Tangguh Bencana. Dukungan dan do’a dari seluruh masyarakat sangat kami butuhkan supaya dengan adanya program ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran.

“Program ini harus terus dilanjutkan” ujar Sutan Abdul Rosid yang sering disapa Ocid, Ketua Forum Relawan Kabupaten Pangandaran saat dihubungi melalui sambungan telepon. Senada dengan Ocid, Kasi Informasi Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bapak Solihin mengatakan “Kegiatan ini sangat kita dukung, bahkan kita tidak keberatan kalau Kompepar ataupun PKL yang berada disekitar kawasan wisata juga harus diedukasi bencana.”, saat menghadiri kegiatan Wisata Edukasi Bencana Goes To School (WEB GTS) di Aula Desa Wonoharjo yang bertema “2.000 Siswa Tangguh Bencana”, Rabu (07/02/2018).

Adapun do’a dan tanggapan dari masyarakat mengalir banyak demi kemajuan Kegiatan WEB GTS kedepan, diantaranya :

“Alhamdulillah.. Meskipun baru menginjak usia 1tahun.. Geliat kesadaran akan bencana sedini mungkin sudah diterapkan pada anak2 SD.. Yang begitu besar manfaatnya.. Bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk keluarganya… Semangat para pejuang kemanusiaan.. Janganlah lelah untuk berbagi… Salam tangguh.. Salam kemanusiaan.. Salam kolaborasi… Mantaaapp” – Ibu Nung / FKDM Legok Jawa.

“Pada intinya kita menyampaikan apresiasi luar biasa pada Pusdalops PB Kabupaten Pangandaran atas kegiatan  Program Wisata Edukasi Bencana Goes To School (WEB GTS) yang telah berjalan satu tahun ini. “Meskipun tanpa dukungan anggaran dari Pemda, namun dapat terlaksana dengan baik secara berkesinambungan hingga satu tahun berjalan,” Dengan memberikan bekal pengetahuan tanggap bencana kepada ribuan anak, diharapkan saat terjadi bencana tersebut di mana pun bisa melakukan upaya penyelamatan diri sehingga bisa meminimalisir jatuhnya korban. Selain itu, anak juga bisa berbagi info pengetahuan tanggap bencana tersebut kepada orang lain, sehingga manfaatnya akan dirasakan oleh orang banyak. Saya harapkan program ini dapat berkelanjutan dan pemda dapat memberikan anggaran yang memadai agar dapat dilaksanakan lebih baik lagi.” – Iwan Mulyadi / Jurnalis Warta Priangan.

“Luar biasa untuk anak-anak usia dini, membuat mereka tambah mengerti tentang kebencanaan. Dan untuk kedepannya, ilmu kebencanaan sebisa mungkin masuk kedalam kurikulum pelajaran sebagai muatan lokal atau ekstrakurikuler.” – Setiawan / AMS Rescue Rayon Pangandaran

“Kedepannya diharapkan Pusdalops PB dan para relawan PB Kabupaten Pangandaran semakin kompak, semakin inovatif, semakin erat jalinan kebersamaan dan kerjasamanya”. Setiawan menambahkan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan WEB GTS yang menjadi program rutin Pusdalops PB Kab. Pangandaran karena sangat besar manfaatnya bagi masyarakat, mitigasi bencana sangat diperlukan di daerah kita karena Kabupaten Pangandaran termasuk daerah dengan kategori risiko bencana yang cukup besar. Ada berbagai bencana yang mengancam daerah kita namun dengan mitigasi bencana melalui program WEB GTS maka risiko bencana setidaknya dapat dikurangi karena masyarakat khususnya anak-anak sudah mengerti tentang bencana dan paham akan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana dan diharapkan anak-anak yang sudah dididik menjadi siswa yang tangguh bencana dan kedepan dapat menjadi pendukung program pemerintah dengan pariwisata yang mendunia.” – Hadi Somantri / Ketua FKDM Desa Batukaras

“Program WEB GTS yang digagas Pusdalops PB Pangandaran menjadi salah satu upaya mitigasi bencana, dimana masyarakat terutama anak-anak sebagai subjek rentan terdampak bencana harus diberikan pemahaman dan edukasi yang benar tentang kebencanaan. Sehingga mereka memahami apa itu bencana dan tindakan apa yang dilakukan saat bencana itu terjadi. Diharapkan program tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan meminimalisir dampak buruk bencana. Kabupaten Pangandaran merupakan daerah rentan bencana, mulai dari banjir, longsor, gempa, pergeseran tanah sampai tsunami. Kegiatan pembelajaran kebencanaan harus dilakukan berkelanjutan, anak-anak perlu terus dilatih untuk meningkatkan kewaspadaan.” – Nana Suryana / Ketua FK Tagana Kab. Pangandaran.

“Kegiatan WEB GTS ke siswa SD sangat bagus, berbagi ilmu kepada siswa siswi tentang kebencanaan dan diharapkan siswa siswi tersebut dapat membagikan lagi ilmu yang didapat dari kegiatan ini kepada anggota keluarganya masing-masing.” – Arif Permadi / FKDM Desa Batukaras.

“Harapannya bagi Pusdalops kedepan, harus lebih solid, lebih berinovasi, semakin erat dengan relawan..pokona mah lebih maju .” Arif menambahkan.

“Program siswa tangguh bencana diharapkan bisa diingat, diajarkan dan diamalkan kembali ke keluarga khususnya pada umumnya masyarakat sekitar siswa bertempat tinggal karena itulah  pengetahuan tentang kebencanaan bisa menjadi abadi.” Dias Natalis Kayun Sutrisno / MDMC Kabupaten Pangandaran.

“Harus terus berlanjut, supaya siswa Sekolah Dasar bisa tanggap terhadap bencana.” – Faisal / Masyarakat.

“Pangandaran merupakan daerah rawan bencana ranking 16 dari total 519 Kabupaten yang ada di Indonesia, dan ranking ke 5 se-provinsi Jawa Barat. Dengan kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana bagi masyarakat khususnya siswa SD. Sebagai Kepala DPKPB, saya merasa bangga akan keikhlasan teman2 Pusdalops dan Sahabat Relawan, sehingga melahirkan siswa tangguh bencana. Semoga ke depannya akan lahir program-program inovasi lainnya.” – Dr. Drs. H. NANA RUHENA, MM. / Kadis DPKPB Kabupaten Pangandaran.

“Dukungan dan do’a dari masyarakat senantiasa menjadi pemacu semangat kami demi terciptanya masyarakat tangguh bencana”. Ucap Sumi selaku Supervisor Pusdalops PB disela – sela syukuran 1 Tahun WEB GTS yang berlokasi di Aula Desa Wonoharjo.

“Dengan jiwa kemanusiaan yg tinggi, Alhamdulillah 1 tahun kami telah melahirkan 2.000 siswa tangguh bencana, dan target kami tahun ini akan melahirkan 5.000 siswa tangguh bencana. Kami bukan orang baik, tapi akan selalu berbuat baik.” Ucap Una Selaku Manager Pusdalops PB mengakhiri. (ER/PUSDALOPS/18)

Untuk dokumentasi 1 Tahun WEB GTS bisa dilihat disini : WEB GTS SDN 1 & 3 WONOHARJO

Laporan Terbaru