Community Detail

MDMC 26 Nov
By: Admin 0

MDMC

PROFIL

LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA

(Muhammadiyah Disaster Management Center)

 

Sejarah MDMC

Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah memiliki sebutan dalam bahasa inggris “Muhammadiyah Disaster Management Center” atau disingkat MDMC. Lembaga ini dirintis tahun 2007 dengan nama “Pusat Penanggulangan Bencana” yang kemudian dikukuhkan menjadi lembaga yang bertugas mengkoordinasikan sumberdaya Muhammadiyah dalam kegiatan penanggulangan bencana oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pasca Muktamar tahun 2010.

MDMC bergerak dalam kegiatan penanggulangan bencana sesuai dengan definisi kegiatan penanggulangan bencana baik pada kegiatan Mitigasi dan Kesiapsiagaan, Tanggap Darurat dan juga Rehabilitasi. MDMC mengadopsi kode etik kerelawanan kemanusiaan dan piagam kemanusiaan yang berlaku secara internasional, mengembangkan misi pengurangan risiko bencana selaras dengan Hygo Framework for Action dan mengembangkan basis kesiapsiagaan di tingkat komunitas, sekolah dan rumah sakit sebagai basis gerakan Muhammadiyah sejak 100 tahun yang lalu.

MDMC bergerak dalam kegiatan kebencanaan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia, sesuai wilayah badan hukum Persyarikatan Muhammadiyah yang dalam operasionalnya mengembangkan MDMC di tingkat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (Propinsi) dan MDMC di tingkat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (Kabupaten).

Visi  : “Berkembangnya fungsi dan sistem penanggulangan bencana yang unggul dan berbasis Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kemajuan hidup masyarakat yang sadar dan tangguh terhadap bencana serta mampu memulihkan korban bencana secara cepat dan bermartabat”

Misi :
–   Meningkatkan dan Mengoptimalkan Sistem Penanggulangan Bencana di Muhammadiyah
–   Mengembangkan Kesadaran Bencana di Lingkungan Muhammadiyah
–   Memperkuat Jaringan dan Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana.

 

Sejarah MDMC Pangandaran

Bencana angin puting beliung pada tanggal 12 Oktober 2016 di Pangandaran membuat MDMC tergerak untuk melakukan aksi kemanusian. Pada awalnya diutus perwakilan MDMC dari Cilacap untuk melakukan asesmen awal. Perwakilan dari MDMC Cilacap berkoordinasi dengan BPBD Pangandaran tentang kondisi pasca bencana dan kondisi Pangandaran pada umumnya. Pada saat itu ada permohonan kegiatan trauma healing pasca bencana yang akhirnya disanggupi oleh MDMC Cilacap.

MDMC Cilacap berkoordinasi dengan Pimpinan Pusat MDMC dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pangandaran untuk segera membuat MDMC Pangandaran secara resmi, dengan tujuan, visi dan misi yang sama, demi kemanusiaan, mengingat Pangandaran juga memiliki sejarah dan potensi bencana yang beragam dan sangat membutuhkan pertolongan dari berbagai pihak.

Struktur  MDMC Pangandaran

  1. Ketua : Dias Natalis Kayun Sutrisno
  2. Sekretaris : Nandhini Hudha Anggarasari
  3. Bendahara : Sukiyadi
  4. Anggota Aktif :
    • Ahmad Arif Ma’ruf
    • Rudi
    • Irfan Sauqi
    • Yusuf Albasit
    • Rian

Kesekretariatan

Untuk kesekretarian secara khusus belum punya, tetapi kita sering rapat di mesjid Al Anfal di Cikembulan. Secara umum di kantor Pimpinan Daerah muhammadiyah yang bertempat di SMU Muhammadiyah 1 Pangandaran yang berada dialamat JL MERDEKA NO. 27 KABUPATEN PANGANDARAN 46396 ~ JAWA BARAT.

Kegiatan MDMC Pangandaran

1). Dokumentasi bencana angin puting beliung:

  • Melakukan asesmen awal dan debriefing
    Debriefing berfungsi untuk meringankan dampak stress dengan memberikan kesempatan kepada penyintas ataupun pekerja kemanusiaan untuk mengeluarkan perasaan mereka dan
    menyediakan dukungan serta informasi.  Proses ini dilakukan dalam pertemuan kelompok orang-orang yang terlibat langsung dalam insiden traumatis itu. Penting sekali dijelaskan di awal
    pertemuan supaya semua orang yang terlibat memahami dengan pasti bahwa pertemuan ini menjamin kerahasiaan, diskusi yang tidak menghakimi (mencari-cari kesalahan) tentang terjadinya insiden dan reaksi-reaksi yang muncul, pikiran dan berbagai perasaan yang disebabkan oleh trauma tersebut.
  • Melakukan koordinasi dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah dan SMA Muhammadiyah Pangandaran
  • Memberi pengarahan dan pelatihan dasar kepada siswa SMA Muhammadiyah sebelum terjun dalam kegiatan psikososial pada anak-anak.

MDMC

  • Kegiatan tim Psikososial di lokasi bencana angin puting beliung

MDMC 

  • Menyalurkan sembako dan pakaian layak pakai

MDMC

 

2). Membantu proses pelatihan psikososial di Kabupaten Cilacap

3). Melakukan koordinasi dengan MDMC Wilayah Jawa Barat dalam rapat kerja tahunan.
4). Melakukan MoU dengan PG PAUD UMTAS terkait kegiatan psikososial bencana.
5). Mengadakan Latihan Gabungan MDMC se Jawa Barat di TEA Pangandaran, bekerjasama dengan BPBD, PMI, TAGANA Pangandaran, Disparbud Pangandaran, PP MDMC, Muhammadiyah MDMC Wilayah Jawa Barat, SMA Muhammadiyah Pangandaran.
Kegiatannya meliputi :

  • Pemberian materi tentang bencana di Pangandaran
  • Pemberian materi tentang Medis
  • Pemberian materi tentang SAR
  • Pemberian materi tentang manajemen Posko
  • Pemberian materi tentang psikososial
  • Pemberian materi tentang Dapur Umum
  • Pemberan materi tentang laporan bencana dan media
  • Melakukan simulasi bencana tsunami di sekitar TEA Pangandaran.

6). MDMC Pangandaran juga ikut serta dalam penanggulangan bencana banjir dan longsor yang terjadi pada tanggal 7 0ktober 2017, kemudian oleh bapak Bupati ditetapkan Tanggap Darurat (TD) selam satu minggu. MDMC membantu evakuasi korban bencana banjir dan asesment bencana longsor di daerah kalijati.
7). Sosialiasi dan peningkatan kerjasama antar organisasi Muhammadiyah untuk menambah energi baru dan minat tentang penanggulanganan bencana.