Community Detail

RAPI 26 Nov
By: PADI 0

RAPI

Sejarah Terbentuknya RAPI Kabupaten Pangandaran

KRAP atau Komunikasi Radio Antar Penduduk adalah komunikasi radio yang pada awalnya menggunakan band frekuensi 26.968 – 27.405 MHz yang di negara asalnya Amerika Serikat terkenal dengan nama Citizen Band Radio (CB). Sejak tahun 1958, di Amerika, secara resmi radio CB telah dilegalisir penggunaannya sebagai alat komunikasi radio antar penduduk, sebagai organisasi pengelolanya adalah Federal Communication Commission (FCC) yang bertugas mengendalikan dan membina serta membina para penggemarnya yang semakin banyak.

Mulai era tahun 70-an penggunaan CB merambah bumi Nusantara dan terus berkembang walaupun penggunaannya masih belum terkendali karena belum ada ketentuan yang mengaturnya.

Kebijakan pemerintah melalui Menteri Perhubungan telah menetapkan SK MENHUB RI No. S1.11/HKn 501/Phb-80 tanggal 6 Oktober 1980 tentang perijinan penggunaan radio antar penduduk, yang pelaksanaannya diatur melalui SK Dirjen Postel No. 125/Dirjen/1980 yang menetapkan Keputusan tentang Pendirian dan Pengangkatanpengurus Pusat Organisasi Radio Antar Penduduk, tertanggal 10 Nopember 1980. Untuk pelaksanaan keputusan diperlukan suatu organisasi yang bertugas membantu pemerintah dalam pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP).

Pada tanggal 31 Oktober 1980 Ditjen Postel menunjuk Team Formatur dengan surat No. 6356/OT.002/Disfrek/80, dengan tugass untuk membentuk Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia yang mempunyai kepentingan pengelolaan, pembinaan dan pengendalian komunikasi radio antar penduduk.

Visi dan Misi RAPI Wilayah 30 Kabupaten Pangandaran

VISI

Terwujudnya RAPI yang berkualitas sebagai asset nasional

TUJUAN :
1. Membina keta`atan anggota Radio Antar Penduduk Indonesia.
2. Membina anggota Radio Antar Penduduk Indonesia di dalam hal berkomunikasi radio dengan baik, benar dan bertanggung jawab.
3. Meningkatkan keterampilan anggota Radio Antar Penduduk Indonesia dalam memberikan bantuan komunikasi dan pengabdian masyarakat.
4. Terwujudnya insan komunikasi yang terampil, mempunyai dedikasi, disiplin, dan loyalitas yang tinggi menuju terwujudnya kader bangsa yang berjiwa Pancasila di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
5. Membantu usaha pemerintah dalam membina dan memajukan kegiatan Komunikasi Radio Antar Penduduk sebagai potensi komunikasi nasional.
6. Membantu pemerintah di bidang komunikasi radio dalam menangani masalah sosial, terutama dalam penanggulangan bencana alam yang terjadi di tanah air.
7. Radio Antar Penduduk Indonesia dalam kegiatan komunikasinya berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa yang menghubungkan seluruh wilayah Nusantara sebagai satu kesatuan.

STRATEGI:

1. Membentuk pengurus organisasi yang baik dan loyal terhadap tujuan organisasi.
2.Menjalankan program kerja organisasi yang efektif dan efisien.
3. Melakukan pembinaan dan mendayagunakan perangkat organisasi dengan baik.
4.Mengutanmakan komunikasi dan koordinasi dalam mencapai tujuan organisasi.
5. Mengupayakan perbaikan kinerja dan mengoptimalkan aplikasi regulasi organisasi.