Blog Post

28 Nov
By: PADI 0

Pusdalops-PB

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana atau disingkat PUSDALOPS-PB Kabupaten Pangandaran berdiri 3 Januari 2017. Tugas pokok dan fungsi disesuaikan dengan Peraturan Kepala BNPB No.15 Tahun 2012 pada Pra Bencana memberikan dukungan kegiatan pada saat sebelum bencana (pengumpul, pengolah, penyaji data dan informasi kebencanaan) secara rutin, Saat Bencana memberikan dukungan pada posko tanggap darurat dan pelaksanaan kegiatan darurat. Pasca Bencana memberikan dukungan kegiatan pada saat setelah bencana terjadi (penyedia data dan informasi khususnya dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekontruksi).

Fungsi :

  1. Penerima, pengolah dan pendistribusi informasi kebencanaan
  2. Penerima, pengolah dan penerus peringatan dini kepada instansi terkait dan masyarakat
  3. Tanggap darurat sebagai fasilitator pengerahan sumber daya untuk penanganan tanggap darurat bencana secara cepat tepat, efisien dan efektif
  4. Koordinasi, komunikasi dan sinkronisasi pelaksanaan penanggulangan bencana.

Informasi dan data yang diterima oleh Pusdalops PB diolah, dikaji dan divisualisasikan untuk disampaikan kepada Stakeholder khususnya di Kabupaten Pangandaran umumnya di Indonesia. Pusdalops PB dipimpin oleh Manager yang bertanggung jawab langsung kepada Pengawas. Dalam melaksanakan tugasnya Manager Pusdalops PB dibantu oleh Supervisor dan Operator. Pusdalops PB dalam pelayanan informasi dan data dibidang kebencanaan melaksanakan pelayanan masyarakat 24 jam, selain melaksanakan tugas pokok tersebut Pusdalops PB melakukan penyampaian informasi melalui program-program inovasi mitigasi bencana kepada siswa Sekolah Dasar yang disebut dengan program Wisata Edukasi Bencana Goes To School (WEB GTS) dilaksanakan setiap hari Rabu atau sering disebut “Rabu Mengajar”,  mitigasi bencana untuk siswa SLTP dan SLTA dengan sebutan Program Inovasi Silaturahmi Empati Berbagi Edukasi Bencana (SI EMBEB) serta Program mitigasi bencana kepada Pengurus, anggota dan kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang disebut dengan Progam Bunda Belajar Mitigasi (BBM).