Kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi BNPB Pasca Gempa Tasikmalaya mag 6.9 SR ke Kantor DPKPB

Parigi (29/12/2017) –Kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi BNPB Pasca Gempa Tasikmalaya mag 6.9 SR pada tanggal 15 Desember 2017 Pukul 23.47 WIB yang Berpotensi Tsunami.

Dalam kunjunganya tersebut dihadiri oleh Relawan Penanggulangan Bencana yang berjumlah 20 orang terdiri dari FKDM Batukaras, FKDM Legokjawa, FKDM Ciganjeng, FKDM Babakan, OCC, MDMC, Tagana, AMS Rescue, TKSK, SOG Rescue dan POTSAR Pangandaran.

Beberapa hal yang di bahas terkait pasca gempa Tasikmalaya yaitu Monitoring dan Evaluasi dampak bangunan yang terdampak dan upaya pemerintah dalam penanggulangan bencana.

Kunker BNPB ke DPKPB
Pemaparan Prof. Ir. H Sarwidi, MSCE., Ph.D., IP-U

Dalam paparanya Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE., Ph.D., IP-U sebagai Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan bahwa penanggulangan bencana adalah kepentingan bersama termasuk :

  1. Pengurangan Risiko bencana
  2. Perlindungan masyarakat dari dampak bencana
  3. Pemulihan kondisi dari dampak bencana.
Kunker BNPB ke DPKPB
Foto Bersama Prof. Ir. H. Sarwidi, MSCE., Ph.D., IP-U, Kepala DPKPB beserta jajaran dan unsur Relawan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DR. Drs. H. Nana Ruhena, MM. Menambahkan “Tsunami Early Warning System sangatlah penting,sepanjang Pantai Kabupaten Pangandaran dari 14 Unit hanya ada dua yang berfungsi yaitu TEWS dari BMKG di Perumahan Nelayan Bojongsalawe dan BTS Telkom Pangandaran, serta berharap kedepanya semua TEWS dapat berfungsi dengan baik” Paparnya.

Kunjungan Monev BNPB diakhiri dengan foto bersama dan meninjau Dampak Gempa di kecamatan Cimerak.

Laporan Terbaru