News Detail

Wisata Edukasi Bencana Goes To School
Agus Firmansyah 09/10/2019

WISATA EDUKASI BENCANA GOES TO SCHOOL SDN 4 BABAKAN PANGANDARAN

Pangandaran – Program Wisata Edukasi Bencana Goes To School atau lebih dikenal WEB GTS kali ini dilaksanakan di SDN 4 Babakan Kecamatan Pangandaran, dengan jumlah peserta 108 siswa siswi yang terdiri dari kelas 4, 5, dan 6. Kali ini edisi ke-66 serta menjadi sekolah ke-74 di Kabupaten Pangandaran.
Kegiatan diawali dengan Pengenalan mentor serta ice breaking di halaman sekolah untuk membuat para siswa bisa mengenal pemateri dan agar lebih semangat serta berkonsentrasi. Kemudian kegiatan dilanjutkan di ruangan kelas untuk penyampaian materi tentang jenis-jenis bencana yang ada di Kabupaten Pangandaran, ciri-ciri bencana, cara menanggulangi bencana dan juga tentunya cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana.

Memberikan edukasi melalui film animasi kebencanaan, seperti Tsunami, Gempa Bumi, Banjir, Longsor, Angin Puting Beliung serta bencana yang lainnya dan penyampaian materi yang santai serta ceria membuat siswa dapat memahami materi dengan baik. Siswa pun sangat antusias dan komunikatif pada saat penyampaian materi sehingga membuat anak-anak penuh dengan senyum keceriaan, serta tidak lupa kegiatan ini ditutup dengan Trauma Healing atau game – game yang menyenangkan untuk siswa siswi yang bertujuan untuk menyegarkan pikiran siswa setelah mengikuti materi tentang kebencanaan yang disampaikan oleh mentor diruangan.

Sementara menurut Kepala Sekolah SDN 4 Babakan mengatakan ” Sangat berterimakasih sekali kepada BPBD karena sudah mau datang kesekolah kami, terutama telah memberikan ilmu pengetahuan tentang bencana, semoga bermanfaat bagi kami disini khususnya untuk siswa siswi serta dilingkungan mereka apa yang sudah dipelajari bersama BPBD” ucapnya.Sampai saat ini ada 74 sekolah yang sudah kami datangi dan edukasi, dengan jumlah siswa yang sudah teredukasi sebanyak 4.614 siswa.
Kami berharap semoga kedepannya bisa terus melaksanakan kegiatan WEG GTS ini agar lebih banyak lagi siswa yang teredukasi dan paham tentang cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana di sekitarnya sehingga meminimalisir jatuhnya korban jiwa.