News Detail

Agus Firmansyah 18/04/2019

Wisata Edukasi Goes To School SDN 3 Cijulang

Parigi (18/04) – Wisata Edukasi Bencana Goes To School (WEB GTS) kali ini di SDN 3 Cijulang dengan jumlah 60 siswa adalah yang terakhir di Desa Cijulang setelah sebelumnya SDN 1, 2 dan 4 Cijulang juga telah mengikuti kegiatan ini terlebih dahulu. Dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan hari Rabu atau biasa yang di sebut “Rabu Mengajar” ini di sampaikannya materi tentang Kebencanaan dan antisipasi kejadian bencana, korban dan meminimalisir dampaknya. Tetapi khusus untuk sekarang kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis dikarenakan pada hari rabu libur dan bertepatan dengan pemilu.
Kegiatan diawali dengan Ice Breaking di halaman sekolah untuk membuat para siswa bisa mengenal pemateri dan agar lebih semangat serta berkonsentrasi. Kemudian kegiatan dilanjutkan di ruangan kelas untuk penyampian materi tentang kebencanaan yang sering terjadi dan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Memberikan edukasi melalui film animasi kebencanaan, seperti Tsunami, Gempa Bumi, Banjir, Longsor, Angin Puting Beliung serta bencana yang lainnya dan penyampaian materi yang santai serta ceria membuat siswa dapat memahami materi dengan baik. Siswa pun sangat antusias dan komunikatif pada saat penyampaian materi sehinnga membuat anak-anak penuh dengan senyum keceriaan.

Serta tidak lupa kegiatan ini ditutup dengan Trauma Healing yang bertujuan untuk menyegarkan pikiran siswa setelah mengikuti materi tentang kebencanaan yang disamapaikan oleh mentor diruangan. Sementara guru SDN 3 Cijulang mengatakan “Terima kasih atas kunjungannya BPBD Kab. Pangandaran, sangatlah perlu anak-anak diajarkan tentang Penanggulangan Bencana mengingat aktivitas mereka dekat dengan pantai serta bencana lainnya dan berharap kegiatan seperti ini ada kelanjutannya karena anak-anak ada yang keluar dan ada yang masuk,” ucapnya.
Sampai saat ini ada 65 sekolah yang sudah kami datangi dan edukasi dengan jumlah siswa 3.973 siswa.
Semoga kami bisa terus melaksanakan kegiatan WEB GTS ini agar lebih banyak lagi siswa yang teredukasi dan paham tentang cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana di sekitarnya.