Kalijati, 15 Januari 2018
7 Oktober 2017 merupakan hari yang tidak akan terlupakan bagi catatan bencana di Kabupaten Pangandaran, karena pada tanggal tersebut terjadi bencana longsor menimpa 1 rumah yang mengakibatkan korban 4 jiwa di Dusun Sangkanbawang Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Begitu beratnya seorang Ayah, suami, menantu harus kehilangan 2 anak, isteri dan ibu mertua. Orang tersebut bernama Rasman, harus sekaligus kehilangan orang-orang yang dicintainya. Tepatnya kemarin, tanggal 14 Januari 2018 sudah 100 hari terlewati.
Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Rasman saat itu dan bagaimana harus menatap masa depan dengan sisa anak bayi yang masih ada atau anak yang terselamatkan pada kejadian tersebut. Dia harus menjadi ayah sekaligus ibu untuk bayi mungilnya itu. Ada satu hal yang sangat luar biasa begitu indahnya hati dia ketika mendapatkan beberapa bantuan dari berbagai pihak dan dia beserta saudaranya mencatat siapa saja yang membantu dia dimulai saat terjadi bencana, evakuasi korban, memandikan korban sampai mengebumikan ke pemakaman dan lainnya. Begitu detailnya mencatat dan ternyata catatan tersebut adalah untuk membagikan sebagian titipan orang-orang yang memberikan santunan dan sumbangan kepada korban meninggal dan dia. Rasman berprinsip bahwa sebagian titipan dari orang-orang adalah bukan semua hak dia dan keluarga yang masih hidup tapi ada sebagian hak yang meninggal dan tetangganya yang membantu. Bisakah kita berpikiran dan berperasaan seperti Rasman, walaupun jiwa keluarga tidak bisa digantikan oleh uang atau materi lainnya.
Tidak perlu menjadi orang yang “besar” supaya kita berhati besar.
