Telah lahir seorang bayi perempuan pada hari Minggu, 16 Juli 2006, pada pukul 10.20 WIB. Di Dusun Golempang RT.01/02 Desa Ciliang Kecamatan. Parigi Ciamis, Dari pasangan suami istri :
- Bapak Utan ( 65 tahun ) lahir di Desa Cikalong, mempunyai 3 orang anak antara lain :
- Oom komariah
- Kurniasih
- Erlapi abdul permansyah
- Tahun 2003 menikah dengan Juarsih ( 40 tahun ) di Desa Selasari mempunyai 2 orang anak antara lain :
- Supriatin
- Syarah tsunami
Keluarga Bapak Utan dan Ibu Juarsih bertempat tingal di Pantai Batu Hiu RT.01/02 Dusun Golempang Desa Ciliang Kecamatan. Parigi Ciamis.
Dengan Rahmat dan Ridho Tuhan yang Maha Esa, Hari Minggu tanggal 16 Juli 2006, pukul 10.20 WIB, Istri saya Juarsih melahirkan seorang bayi perempuan dalam keadaaan sehat walafiat.
Pada hati Senin 17 juli 2006 pukul 16.10 WIB terjadi bencana Gempa dan Tsunami, menimpa keluarga kami, Posisi saya beserta keluarga pada saat itu berada di dapur sedang memasak nasi sedangkan bayi ditimang – timang oleh ibunya di samping saya. Seketika itu air laut nail dengan ketinggian ± 10 meter, dengan dahsyatnya gelombang tsunami nemerjang rumah kami, sehingga porak poranda, kami sekeluarga tertimpa teruntuhan bangunan hanyut terbawa derasnya air laut sampai ke pematang sawah.

Saya beserta istri yang membawa bayi terpisah ± 200 meter, saya ke sebelah utara sedangkan istri saya ke sebelah barat, Istri saya Juarsih yang kebetulan Tuna Netra tertimpa reruntuhan tembok banguanan yang roboh mengakibatkan tangan kirinya keseleo kesakitan, dalam keadaaan panik dan tidak sadar keadaaan fisiknya yang lemah tidak ada kekuatan akhirnya tenggelam bersama reruntuhan kedalam air dengan kedalam ± 1 meter, sedangkan bayi tercinta terlepas dari pangkuan Juarsih, terseret arus air laut.
Berselang bebrapa waktu, Juarsih dapat di selamatkan dari reruntuhan rumah di pematang sawah tangannya di tarik oleh masyarakat setempat, yang sedang mencari sanak saudaranya yang hilang.

Keadaaan saya waktu itu dalam keadaaan tertimpa reruntuhan bangunan dan terseret air laut yangbderas, tapi dengan susah payah saya dapat terhindar dan selamat bisa keluar dari sela-sela bangunan, dan waktu itulah saya ingat pada istri dan bayi saya, lalu saya mencari dan memanggil – manggil istri saya Juarsih istri saya ±200 meter dari posisi saya berada. Dengan tidak sadar seketika itu saya berlari menuju istri saya dengan situasi air laut di pematang sawah kedalaman ±1 meter langsung memburu memegang tangan Juarsih sambil menayakan bayi itu, Juarsih Menjawab dengan penuh kehausan dan rasa waswas lepas entah kemana, Saya panik dan kebingungan istri saya di tarik dibawa ke daratan mencari tempat aman sejauh ± 1 kilometer. Saya beserta istri berlari tergipoh – gopoh menuju Balai Desa Ciliang bergabung bersama yang lain, Sampai disana kami tidak berdaya hanya isak tangislah yang menyertai kami, entah bagaiman nasib bayi kami.
Beberapa jam kemudian tepatnya 21.00 WIB ada info dari Pak H Ending ( Camat Parigi ), katanya ada orang yang menemukan bayi perempuan sedang menangis di pematang sawah di reruntuhan rumah pada jam 18.30 yang ditemukan oleh Pak Jumadi warga Rt.01/02 Dusun Golempang yang sedang mencari istri dan cucunya yang hilang.

Setelah mendengar berita itu saya seketika beserta istri saya pergi ke jalan raya dengan di antar oleh Bapak Suteja ( Kepala Dusun Golempang Desa Ciliang ) dengan tujuan ke Puskesmas Parigi, kebetulan ada mobil patroli Polsek Parigi sedang bertugas. Dalam keadaaan darurat saya ikut naik mobil tersebut menuju Puskesmas Parigi, sampai di puskesmas, langsung mennanyakan kepada petugas tentang bayi tersebut.
