Pangandaran –(5/9) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran ikut berpartisipasi dalam kegiatan Indian Ocean Wave Exercise 2018 (IOWave’18) yang dilaksanakan di 28 Negara dan 13 Kabupaten/Kota Se- Indonesia.
Indian Ocean Wave Exercise merupakan kegiatan untuk menguji sistem peringatan dini dan mitigasi Tsunami untuk negara-negara di sepanjang tepian Samudera Hindia, dan tujuan diselenggarakannya IOWave adalah untuk menguji sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS), menguji pemahaman dan respons, menguji rantai peringatan dini, dan menguji komunikasi daerah.

Dalam rangkaian IOWave’18 ini ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran. Pertama, simulasi Tsunami yang digelar di Kecamatan Cimerak yang bertempat di Lapang Cudang Desa Legokjawa. Kedua, yakni simulasi penanganan dan sistem informasi yang pelaksanaanya di ruang Pusdalops PB.
Untuk peserta yang mengikuti simulasi Tsunami sendiri adalah Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Relawan Penanggulangan Bencana, dan Masyarakat Desa Legokjawa. Sementara untuk simulasi penanganan dan sistem informasi yang melaksanakannya adalah Pusdalops PB.

Menurut Kepala DPKPB Kab. Pangandaran “IOWave 2018 ini diikuti oleh 28 Negara, yang berada di kawasan Samudra Hindia, dan Kabupaten Pangandaran satu-satunya Kabupaten di Jawa Barat yang mengikuti kegiatan ini, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana Tsunami di Kabupaten Pangandaran khususnya di Desa Legokjawa”tuturnya.

Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan IOWave dari tahap awal sampai tahap akhir, semoga bantuan tenaga dan pikiran yang dicurahkan untuk suksesnya IOWave’18 di Kabupaten Pangandaran, menjadi ladang amal ibadah bagi kita semua dan dapat membantu kesiapsiagaan masyarakat Kecamatan Cimerak khususnya dan masyarakat Kabupaten Pangandaran pada umumnya.

