Kominfo Gelar Uji Coba Frekuensi Radio Khusus Kebencanaan

PANGANDARAN (09/04) — Kementerian Komunikasi dan Informatika hari ini melakukan pelaksanaan Uji Coba Lapangan Penggunaan Frekuensi 700 MHz Untuk Telekomunikasi Khusus Kebencanaan di Plasa Telkom, Pangandaran. Uji coba tersebut juga dihadiri oleh Menkominfo Rudiantara, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Komisi I DPR Budi Youyastri, Asdep Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam Marsekal Madya TNI AD Sigit Priyon, Dir Sistem Komunikasi Basarnas Brigjen TNI Bambang Suryo Aji, Dir Perhubungan TNI AD Brigjen TNI Widjang Pranjoto, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Drs. Herizal, M. Si, Kepala Pelaksana BPBD Kab. Pangandaran Dr. H. Nana Ruhena , MM.

Dalam kesempatan ini Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, Indek kebencanan pada poin 215,02 Pangandaran menempati posisi ke 16 nasional, maka dengan itu kita membutuhkan Early warning system. Selaras dengan apa yang disampaikan Bupati Pangandaran Kepala Pelaksana BPBD Kab. Pangandaran juga menyampaikan Pangandaran adalah kabupaten yang memiliki alam yang sangat Indah, namun dibalik itu semua, juga memiliki indek kebencanaan yang sangat tinggi, dan yang sangat membuat saya khawatir adalah dengan panjang pantai 91 Km kita membutuhkan alat Early Warning System Tsunami yang banyak. Sementara  saat ini kita hanya mempunyai 2 alat yang masih berfungsi.
Dengan di selenggarakannya kegiatan uji coba ini saya memberikan ucapan terimakasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Bapak Rudiantara selaku Menteri Kominfo yang sudah melaksanakan uji coba frekuansi 700 Mhz di Pangandaran ini agar dapat mempermudah dalam evakuasi serta informasi kebencanaan.

Menurut Siaran Pers No. 73/HM/KOMINFO/04/2019 Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, uji coba akan didukung penyedia perangkat antara lain Motorola, Nokia, Huawei, Hytera dan Inti dengan dukungan teknis dari PT. Telkom menggunakan teknologi broadband Public Safety LTE pada frekuensi 700 MHz.
Melalui uji coba ditargetkan dapat diperoleh data teknis mengenai kualitas layanan, pengujian aplikasi dan konektivitas, serta data nonteknis di lapangan. Semua data itu diperlukan untuk penyusunan kebijakan dan rekomendasi penyelenggaraan layanan radio kebencanaan.

Dalam uji coba ini akan dilakukan demo uji SMS Blast, Panggilan Suara antar petugas, Pengiriman Gambar dan Video secara Real Time, dan Pengujian fitur pada Aplikasi Layanan Radio Komunikasi. Kementerian Kominfo juga telah mengembangkan Sistem Penyampaian Informasi Bencana melalui SMS Blast untuk daerah terdampak bencana dan Layanan Panggilan Darurat 112 yang dikelola oleh pemerintah daerah dalam penanganan kondisi darurat.
Semua layanan tersebut akan diintegrasikan dalam Layanan Radio Komunikasi untuk Perlindungan Publik dan Penanggulangan Bencana dalam manajemen penanggulangan bencana di Indonesia. Sistem itu akan dapat membantu petugas di lapangan serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan SAR Nasional (BASARNAS), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kepolisian RI, serta pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, terutama untuk penanangan korban bencana dalam situasi dan waktu yang kritis.

Menteri Kominfo Rudiantara memberikan pemaparan akan pentingnya kecepatan telekomunikasi pada saat terjadi bencana serta proses penetapan hukum akan frekuensi 700 Mhz ini. “Mengingat negeri kita berada di wilayah Ring of fire yang rawan akan bencana sehingga frekuansi 700 Mhz ini di dunia international harus di aplikasikan didalam kebencanaan, Pangandaran adalah daerah yang kecil sehingga kita melakukan uji coba disini, tujuannya untuk mempercepat penetapan hukum akan frekuensi 700 Mhz ini sehingga akan cepat dipergunakan dalam bidang kebencanaan, saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder yang sudah mendukung terselenggaranya uji coba ini,”.

Kegiatan ditutup dengan simulasi pelaporan pada saat terjadi bencana sebagai demo akan uji coba frekuensi 700 Mhz ini yang diikuti oleh 4 Vendor terkemuka penyedia perangkat yaitu Motorola, Nokia, Huawei, Hyptera dan Inti dengan dukungan dari PT. Telkom, dengan menggunakan teknologi broadband Public Safety LTE pada frekuensi 700 Mhz dan disaksikan langsung oleh seluruh tamu undangan yang hadir.

Laporan Terbaru