PANGANDARAN – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Pangandaran semakin meluas. Bahkan, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangandaran, 28 Desa yang tersebar di 10 Kecamatan, di dera krisis air bersih.
Bekerjasama dengan Kapolres Ciamis serta PMI Kabupaten Pangandaran, BPBD Kabupaten Pangandaran siang tadi melakukan suplai air bersih sebanyak 5000 liter ke Dusun Bagolo Kolot Rt 15 RW 08 Desa Bagolo dengan jumlah pemanfaat 60 KK 180 JIWA.
Ibu Siti warga setempat mengatakan, Sudah 2 bulan lebih daerahnya mengalami kekurangan air bersih serta sumber air yang berjarak sangat jauh dari rumahnya membuat beliau sangat kekurangan air bersih, “Bulan kemarinpun kami sudah mengalami kesusahan air bersih sehingga kamipun harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari”. Ujarnya.

Ujang Herliana Lilihar menjelaskan “Data yang kami miliki pada bulan juni 2019 ada 58 Desa yg katagori rawan kekeringan, bulan juli kami melakukan verifikasi dan mendapatkan data ada 13 Desa, 72 Dusun yang termasuk katagori kritis, pada bulan agustus yang termasuk kritis menjadi 28 Desa, 137 Dusun yang tersebar di 10 Kecamatan,” Jelasnya.
Beliau pun menambahkan terkait “Prediksi BMKG musim kemarau tahun ini akan lebih panjang di bandingkan dengan tahun 2018, tetapi menghadapi keadaan seperti ini kami bidang Darlog-RR tidak bisa all aut memenuhi kebutuhan masyarakat karna tidak memiliki mobil tangki air, namun karena BPBD sebagai liding sektor kami melakukan koordinasi, berupaya mencari solusi”.

Sebagai tindak lanjut dari koordinasi dengan beberapa stakeholder terkait dengan segala keterbatasan kami bisa melakukan suplai air bersama PMI kebeberapa Desa dan tadi bersama Kapolres Ciamis, BPBD dan PMI mensuplai air ke Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, walaupun tdk banyak namun mudah”an dapat meringkan beban masyarakat dan bermanfaat, kedepannya insyaalloh kami akan kembali mensuplai air melalui Bidang Darlog-RR bersama PMI dan DINSOS, ke beberapa Desa yang mengalami kekeringan.