KALIPUCANG – Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019 dalam aksi bersih bersih sungai ciputrapinggan berpesan untuk jangan membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai, jika kotor sungai tidak indah dan menimbulkan bencana.
Kegiatan bersih-bersih sungai Ciputrapinggan juga selanjutkan bisa dijadikan tujuan wisata yang murah meriah. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan di sungai seperti naik perahu, memancing, atau edukasi. Rekreasi sungai ini juga dapat menambah pendapatan masyarakat di sekitar lokasi. Selain itu, bersih-bersih sungai juga bertujuan untuk mengurangi risiko bencana banjir.

Dalam kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 orang dari perwakilan TNI, Polri, BPBD, Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Pangandaran, FKDM Desa Putrapinggan, Babakan, Tagana Pangandaran dan masyarakat sekitar.
“Masyarakat harus memiliki kesadaran dalam menjaga lingkungan sungai, seperti tidak membuang sampah sembarangan khusunya ke sungai, apalagi sungai Ciputrapinggan berada dijalur wisata Pangandaran. Dengan menjaganya, kita berkontribusi dalam kelestarian lingkungan dan mengurangi polusi serta mencegah terjadinya banjir,” ujar Susi dalam kegiatan bersih bersih sungai Desa Putrapinggan, Sabtu (19/06/2021).
Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan oleh Kecamatan Kalipucang dan Desa Putrapinggan serta bekerjasama dengan stakeholder terkait, diantaranya Dinas Lingkungan Hidup serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Dalam kesempatan ini, BPBD Kabupaten Pangandaran mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dengan membawa perlengkapan 1 buah perahu karet untuk melakukan bersih bersih sungai ini yang dipimpin oleh Erik Wahyono.
Erik menyampaikan, Sungai Ciputrapinggan harus terus dibersihkan sebagai langkah mitigasi bencana banjir. Hal ini merupakan salah satu tupoksi BPBD itu sendiri.
“Dampak buruk kotornya sungai bisa menimbulkan banjir, itu menjadi hal kongkrit bagi kita untuk melaksanakan Mitigasi bencana banjir. Dampak buruk mungkin akan terjadi banjir serta sampah plastik yang ada, akan terdegradasi menjadi mikroplastik, yang nantinya akan dimakan oleh ikan dan ikan tersebut akan dimakan manusia. Jadi ada siklus rantai makanan disini,” jelas Erik.
“Langkah yang dilakukan oleh Pemerintah dalam melaksanakan kegiatan ini jelas, untuk menjaga ekosistem lingkungan yang ada serta yang pasti mitigasi bencana banjir itu sendiri,” tutupnya. (PSD/AWL)
