Simulasi Bencana Gempa & Tsunami Menuju Masyarakat Tangguh Bencana

Batukaras – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali melaksanakan simulasi Tsunami atau Tsunami Drill dan Gempa Bumi di Pantai Batukaras yang dilakukan pagi tadi berjalan dengan baik.
Kegiatan ini adalah kegiatan kedua kalinya yang dilakukan oleh Pemkab Kabupaten Pangandaran melalui BPBD dan seluruh stakeholder terkait kebencanaan. Dihadiri langsung oleh Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, acara berlangsung terbatas dengan menerapkan prokes unutk meminimalisasi risiko penyebaran COVID-19.

Bupati H. Jeje Wiradinata memimpin apel simulasi gempa dan tsunami
                                                                       Bupati H. Jeje Wiradinata memimpin apel simulasi gempa dan tsunami

Peserta yang mengikuti kegiatan diantaranya TNI/POLRI, Relawan kebencanaan, ormas, masyarakat serta wisatawan yang sedang berwisata ke Obyek Wisata Pantai Batukaras.

“Sepanjang pengamatan kami tadi, simulasi ini efektif dan mendapat respon yang baik dari masyarakat maupun wisatawan yang berada di Pantai Batukaras,” kata Plt. Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, H. Dani Hamdani, S.Sos., M.M seusai kegiatan Simulasi Tsunami Sabtu (26/06).  Menurut dia, selain respon masyarakat, ia juga menilai bahwa wisatawan yang sedang berkunjung sangat merespon baik terhadap kegiatan ini sampai ada yang ikut berlari ke tempat evakuasi. Terlebih, kata dia, pada saat sirine peringatan bahaya Tsunami dibunyikan, warga dan wisatawan tampak benar-benar berupaya menyelamatkan diri dengan arahan relawan kebencanaan.

Kegiatan Tsunami Drill di Pantai Batukaras
                                                                                         Kegiatan Tsunami Drill di Pantai Batukaras

Pangandaran secara umum merupakan salah satu wilayah yang rawan Tsunami, termasuk salah satunya adalah Pantai Batukaras. “Batukaras merupakan salah satu wilayah paling rawan dan harus diwaspadai, karena tempat wisata favorit dan berdekatan langsung dengan pantai” tungkasnya.
Ia menambahkan, saat ini sistem peringatan dini dan telekomunikasi yang dimiliki oleh BPBD sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Tsunami Drill / Simulasi Tsunami di Pangandaran ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tanggal 26 dan melibatkan relawan kebencanaan masyarakat serta stakeholder terkait dalam kebencanaan. Dengan tujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi risiko ancaman bencana. Tidak hanya tsunami drill saja, latihan simulasi bencana ini selanjutnya akan dilakukan dengan bentuk ancaman bencana lain seperti, banjir, longsor serta bencana lainnya yang ada di Kabupaten Pangandaran. (PSD/MIR)

Laporan Terbaru