Curah Hujan Tinggi, Beberapa Daerah Di Pangandaran Terdampak Banjir

Parigi — Hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah di Kabupaten Pangandaran pada Senin malam hingga Selasa pagi (6/11) menyebabkan banjir serta longsor di beberapa wilayah Kabupaten Pangandaran, beberapa ruas jalan pun ikut terendam banjir dan tertimbun material longsor yang mengakibatkan terganggunya lintas lintas.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran melalui Pusdalops PB mencatat sampai pukul 21.30 WIB ada 9 titik banjir yang merendam 777 rumah, 7 titik longsor dan 3 titik pohon tumbang, dilaporkan juga 1 orang meninggal dunia akibat terseret arus banjir a.n Ema (58) warga Dusun Cisempu RT 10 RW 03 Desa Ciparanti Kecamatan Cimerak. Adapun ruas jalan yang terganggu diantaranya jalan Pangandaran – Cijulang Dusun Karangsari Desa Kondang Jajar dan Jalan Parigi – Cigugur Dusun Cijalu Desa Parigi. Hujan deras disertai angin juga menyebabkan pohon tumbang yang menyebabkan rumah mengalami kerusakan. Hingga saat ini Pusdalops PB Pangandaran masih melakukan pendataan laporan yang masuk dari masyarakat, desa dan relawan kebencanaan.

Sementara itu, upaya yang dilakukan DPKPB Kabupaten Pangandaran yaitu melakukan evakuasi kepada korban yang terdampak menggunakan perahu karet bersama relawan penanggulangan bencana, menyalurkan logistik serta melakukan assesment dan DPKPB Kabupaten Pangandaran juga berkoordinasi dengan dinas terkait.

Dalam hal ini Kepala DPKPB Kabupaten Pangandaran menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

Sebelumnya, Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dalam keterangannya, Deputi Bidang, Drs. Mulyono R. Prabowo, M.Sc menyampaikan bahwa Dengan melemahnya aktivitas aliran massa udara kering dari Australia serta terbentuknya area pertemuan angin di wilayah Jawa dan masih adanya pola sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Perairan Barat Sumatera, Kalimantan dan Perairan Kep. Natuna membuat curah hujan di wilayah Sumatera dan Kalimantan hingga saat ini masih tinggi intensitasnya, sebagai catatan hujan yang memiliki kisaran lebih dari 20 mm/hari masih berada di wilayah Sumatera, Kalimantan serta Papua.

Prabowo menjelaskan bahwa dalam 3 hari kedepan konsentrasi curah hujan meluas ke wilayah Jawa disebabkan adanya perlambatan dan area Pertemuan angin yang memanjang dari Jawa bagian Timur hingga Barat sehingga meningkatkan kelembapan udara diwilayah Jawa.

Potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Enggano – Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Lombok, Selat Bali dan Selat Lombok bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Lombok.

Laporan Terbaru