Kalipucang – Program Wisata Edukasi Bencana Goes To School atau lebih dikenal WEB GTS kali ini dilaksanakan di SDN 1 Putrapinggan Kecamatan Kalipucang, dengan jumlah peserta 84 siswa/siswi. Kegiatan siang tadi pun menjadi edisi ke-69 serta sekolah ke-77 di Kabupaten Pangandaran yang telah teredukasi.
Kegiatan diawali di halaman sekolah dengan pengenalan mentor serta pertanyaan mengenai bencana untuk membuat para siswa bisa mengenal pemateri, juga supaya lebih semangat serta berkonsentrasi. Kemudian kegiatan dilanjutkan di ruangan kelas untuk penyampaian materi tentang jenis-jenis bencana yang ada di Kabupaten Pangandaran. Materi yang disampaikan diantaranya ciri-ciri bencana, cara menanggulangi bencana dan tentunya cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana.

Memberikan edukasi melalui film animasi kebencanaan, seperti Tsunami, Gempa Bumi, Banjir, Longsor, Angin Puting Beliung serta bencana yang lainnya dan penyampaian materi yang santai serta ceria membuat siswa dapat memahami materi dengan baik. Siswa pun sangat antusias dan komunikatif pada saat penyampaian materi sehingga membuat anak-anak penuh dengan senyum keceriaan.
Serta tidak lupa kegiatan ini ditutup dengan Trauma Healing atau game – game yang menyenangkan untuk siswa siswi yang bertujuan untuk menyegarkan pikiran siswa setelah mengikuti materi tentang kebencanaan yang disampaikan oleh mentor di ruangan.
Kepala Sekolah SDN 1 Putrapinggan Dedi Kuswara mengatakan sangat berterimakasih sekali kepada BPBD karena sudah berbagi pengetahuan tentang bencana kepada siswa-siswi serta guru-guru. “Semoga apa yang sudah dipelajari bersama BPBD bermanfaat bagi kami disini serta di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Sampai saat ini ada 77 sekolah yang sudah kami datangi dan edukasi, dengan jumlah siswa yang sudah teredukasi sebanyak 4.846 siswa.
Kami berharap semoga kedepannya kami bisa terus melaksanakan kegiatan WEB GTS ini agar lebih banyak lagi siswa-siswi yang teredukasi dan paham tentang cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana di sekitarnya, sehingga bisa meminimalisir korban jiwa khususnya disaat terjadi bencana yang setiap saat bisa terjadi.

