Pangandaran – Penyemprotan disinfektan dilakukan sebagai upaya cegah penyebaran corona. Area ruang publik seperti taman, gazebo, toilet dan lainnya menjadi sasaran penyemprotan disinfektan oleh tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran. Lokasi penyemprotan berada di Obyek Wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pangandaran Erik Wahyono mengatakan, penyemprotan dilakukan oleh 10 petugas BPBD, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di seluruh obyek wisata yang dikelola oleh Kabupaten Pangandaran.
“Seluruh tempat yang menjadi kerumunan wisatawan di Komplek Obyek Wisata Pangandaran akan disemprot disinfektan. Rekan-rekan petugas BPBD sekitar 10 orang telah dikerahkan untuk penyemprotan hari ini,” kata Erik di Pantai Barat Pangandaran, Senin, (17/05/2021).

Erik mengemukakan, para petugas BPBD akan dilengkapi 6 unit “sprayer” dan satu unit mobil tangki kapasitas 5000 liter dalam melakukan penyemprotan disinfektan.
Adapun lokasi yang disemprot disinfektan, yaitu Obyek Wisata Pantai Karapyak Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang, Pantai Timur dan Pantai Barat Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran.
“Setelah penyemprotan disinfektan, kita langsung melakukan dekontaminasi petugas dan peralatan,” ucap Erik.
Selain melaksanakan penyemprotan disinfektan, sekaligus sosialisasi dan pemberian masker secara gratis kepada pelaku wisata maupun masyarakat yang ada dilokasi. BPBD Kabupaten Pangandaran akan terus mengingatkan akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.
Ditempat terpisah, Drs. H. Adang Ismail, MM. selaku Plt. Sekertaris BPBD Kabupaten Pangandaran menjelaskan bahwa penyemprotan disinfektan dan pemberi
an masker gratis tersebut dilakukan untuk menegakkan aturan pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19 secara luas, dengan menerapkan protokol kesehatan.
“Oleh karena itu, penyemprotan disinfektan dan pemberian masker gratis yang dilakukan kita bukan hanya untuk menegakkan protokol kesehatan dilingkungan tersebut, tetapi juga untuk salah satu upaya mengajak seluruh komponen yang berada dilokasi tersebut menggunakan masker,” jelas Adang.
“Ingat, masker harus selalu dipakai ketika diluar rumah,” imbuhnya. (PSD-ER)