Pusdalops PB

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana atau disingkat PUSDALOPS PB Kabupaten Pangandaran berdiri 3 Januari 2017. Tugas pokok dan fungsi disesuaikan dengan Peraturan Kepala BNPB No.15 Tahun 2012 pada Pra Bencana memberikan dukungan kegiatan pada saat sebelum bencana (pengumpul, pengolah, penyaji data dan informasi kebencanaan) secara rutin, Saat Bencana memberikan dukungan pada posko tanggap darurat dan pelaksanaan kegiatan darurat. Pasca Bencana memberikan dukungan kegiatan pada saat setelah bencana terjadi (penyedia data dan informasi khususnya dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekontruksi).

Fungsi :
  1. Penerima, pengolah dan pendistribusi informasi kebencanaan
  2. Penerima, pengolah dan penerus peringatan dini kepada instansi terkait dan masyarakat
  3. Tanggap darurat sebagai fasilitator pengerahan sumber daya untuk penanganan tanggap darurat bencana secara cepat tepat, efisien dan efektif
  4. Koordinasi, komunikasi dan sinkronisasi pelaksanaan penanggulangan bencana.

Informasi dan data yang diterima oleh Pusdalops PB diolah, dikaji dan divisualisasikan untuk disampaikan kepada Stakeholder khususnya di Kabupaten Pangandaran umumnya di Indonesia. Pusdalops PB dipimpin oleh Manager yang bertanggung jawab langsung kepada Pengawas.

Dalam melaksanakan tugasnya Manager Pusdalops PB dibantu oleh Supervisor dan Operator. Pusdalops PB dalam pelayanan informasi dan data dibidang kebencanaan melaksanakan pelayanan masyarakat 24 jam, selain melaksanakan tugas pokok tersebut Pusdalops PB melakukan penyampaian informasi melalui program-program inovasi mitigasi bencana kepada siswa Sekolah Dasar yang disebut dengan program Wisata Edukasi Bencana Goes To School (WEB GTS) dilaksanakan setiap hari Rabu atau sering disebut “Rabu Mengajar”,  mitigasi bencana untuk siswa SLTP dan SLTA dengan sebutan Program Inovasi Silaturahmi Empati Berbagi Edukasi Bencana (SI EMBEB) serta Program mitigasi bencana kepada Pengurus, anggota dan kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang disebut dengan Progam Bunda Belajar Mitigasi (BBM).

Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari + 17.850 pulau, memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional.

Oleh karena itu, pemantauan kondisi alam dan aktivitas terhadap potensi bencana pada daerah-daerah yang memiliki risiko tinggi perlu dilakukan terus-menerus. Informasi terkait dengan bencana perlu dikumpulkan, diproses, dianalisis dan selanjutnya disusun laporan serta diseminasinya. Informasi kebencanaan di sini tidak hanya menyangkut kejadian bencana, namun juga upaya penanganan yang dilakukan oleh berbagai pihak baik saat prabencana maupun pasca bencana. Pada proses ini, perlu adanya Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) yang mampu mengelola data dan informasi hingga menyebarluaskan kepada pejabat berwenang maupun masyarakat melalui media. Pusdalops PB Kabupaten Pangandaran memegang kuat prinsip: cepat dan tepat, akurat, koordinatif, kooperatif, transparansi dan akuntabel.

“Kami bukan yang terbaik,tetapi kami ingin berbuat baik”

Tugas pokok Pusdalops PB :
  1. Sebelum Bencana “Memberikan dukungan kegiatan pada saat sebelum bencana (pengumpul, pengolah, penyaji data dan informasi kebencanaan) secara rutin”
  2. Saat Bencana Memberikan dukungan pada Posko Tanggap Darurat dan Pelaksanaan Kegiatan Darurat.
  3. Pasca Bencana Memberikan dukungan kegiatan pada saat setelah bencana terjadi (penyedia data dan informasi khususnya dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi).
Tanggung Jawab Pusdalops PB
  1. Secara Struktural sebagai Unit pemantau kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana yang menyelenggarakan kegiatan penanggulangan bencana.
  2. Secara Institusional sebagai pelaksana amanah peraturan perundang-undangan kebencanaan yang berlaku.
  3. Secara Operasional sebagai pelaksana tugas pokok, fungsi dan peran Pusdalops PB.


Dalam melaksanakan tugasnya, Manajer dibantu oleh Koordinator Administrasi yang bertanggungjawab untuk urusan administrasi Pusdalops PB dan Supervisor yang bertanggungjawab terhadap pemantauan bencana dan urusan teknis lainnya.

X