Pemetaan Partisipatif Kebencanaan 136 Kabupaten/Kota Wilayah RPJMN Tahun 2019

Pemetaan Partisipatif Kebencanaan 136 Kabupaten/Kota Wilayah RPJMN Tahun 2019

Parigi, 11 Juli 2019 – Hari ini adalah hari terakhir pelaksanaaan Pemetaan Partisipatif Kebencanaan 136 Kabupaten/Kota Wilayah RPJMN Tahun 2019, seluruh desa yang diundang sudah hampir selesai dalam pengumpulan data. Kegiatan ini sangat berguna, karena data desa yang dimasukan bisa sangat bermanfaat saat terjadi bencana. Pemetaan ini merupakan salah satu langkah BNPB dalam melakukan mitigasi bencana. Sehingga pemerintah akan mengetahui berapa jumlah fasilitas umum, fasilitas sosial, berapa jumlah penduduk dan jumlah fasilitas-fasilitas vital yang ada di daerah tersebut saat terjadi bencana. Kegiatan ini untuk mengantisipasi apa yang harus dilakukan terkait dengan pengurangan risiko bencana.

Pemetaan Partisipatif Kebencanaan 136 Kabupaten/Kota Wilayah RPJMN Tahun 2019
Staff BNPB menjelaskan tentang Pemetaan Partisipatif Kebencanaan 136 Kabupaten/Kota Wilayah RPJMN Tahun 2019

Lebih lanjut staff peringatan dini BNPB Santi Adhiatmi, menjelaskan, “pemetaan yang dilakukan ini bukan langsung ke lapangan,tapi pihak desa yang melaporkan ke kita, dan kita yang melakukan pemetaan secara digital, makanya ini bersifat partisipatif atau bersama-sama berkontribusi satu sama lain. Peta yang dibikin itu detail sekali, sampai rumah-rumah,sekolah dan lain-lain. Bangunan tersebut kita kotak-kotakkan dalam peta digital, makanya kegiatan ini kita sebut digitasi.”

“Tujuannya agar informasi kebencanaan itu akan semakin baik, seumpama terjadi bencana disuatu Desa, maka tinggal lapor ke Pusdalops,langsung menyebutkan lokasi spesifiknya dimana, maka pihak BPBD akan langsung melihat di peta digital berapa jumlah rumah yang terdampak, karena sudah ada data-data bangunannya, BPBD akan dengan mudah memberi tanda jumlah rumah yang terdampak serta memperkirakan jumlah jiwa dan kebutuhan logistik yang dibutuhkan.”

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan bisa bermanfaat serta berguna bagi masyarakat itu sendiri.

Laporan Terbaru